Pengunjung Indogrosir bisa Ikut Rapid Test Gratis, Berikut Ketentuannya

SALAH satu swalayan terbesar di Sleman, Indogrosir menjadi klaster terbesar dalam penyebaran virus Korona (Covid-19) sehingga Pemkab Sleman dan Pemkot Yogyakarta gencar mensosialisasikan kepada masyarakat untuk melakukan skrening, khususnya yang telah berbelanja di swalayan tersebutc pada tanggal 19 April-4 Mei 2020.

Keduanya memfasilitasi tes cepat menggunakan rapid test secara gratis, asal menunjukkan bukti belanja di swalayan tersebut. Dengan adanya rapid test diharapkan bisa lebih mendeteksi lebih awal, warga yang terinfeksi Covid19, sehingga lebih tertangani.

Bupati Sleman, H Sri Purnomo mengemukakan, pihaknya memfasilitasi Rapid Test untuk warga ber-KTP Sleman yang telah belanja di Indogrosir, dengan menunjukkan struk belanja 19 April-4 Mei 2020. Rapid test hanya bisa untuk 1.500 pengunjung, dilaksanakan 2 kali, masing-masing tiga hari pelaksanaan, 12-14 Mei dan 19-21 Mei. Pendaftaran dilakukan secara online, di link rdt.slemankab.go.id dan corona.slemankab. go.id.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Purwadi mengemukakan, bagi warga ber-KTP Kota Yogya, pendaftaran dimulai pukul 10.000 Minggu (10/5) hingga Senin (11/5) pukul 12.00 WIB. Pendaftaran dilakukan online melalui link corona.jogjakota.og.id. Sedangkan pelaksanaan rapid test 12-14 Mei 2020 di masing-masing Puskesmas. Sedangkan Pemkab Bantul menyatakan belum mampu melakukan rapid test warga Bantul yang pernah mendatangi Indogrosir. Hal ini karena dana untuk pengadaan rapid test di Bantul terbatas.

“Kami sementara hanya dapat merawat 15 pegawai Indogrosir yang saat rapid test menunjukkan hasil reaktif. Dari 15 ini, 2 dirawat di PKU Muhammadiyah dan 13 di Rumah Sakit Lapangan Covid-19. Satu pasien di PKU dan 2 pasien di RS Lapangan menunjukkan hasil swab positif sementara 12 yang lain hasil swab belum keluar,” jelas Juru Bicara (Jubir) Gugus Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso kepada KR, Minggu (10/5).

Diakui dr Oky, sapaan akrab Sri Joko, belum mampu melaksanakan rapid test massal warga Bantul yang pernah mendatangi Indogrosir lantaran keterbatasan anggaran pengadaan rapid tes. “Kami belum mampu seperti Sleman yang melaksanakan rapid test massal bagi warganya,” keluhnya.

Ditambahkannya pihaknya menerima 15 warga Bantul tersebut dari hasil rapid test reaktif yang dilakukan kepada seluruh karyawan Indogrosir beberapa waktu lalu. Diakui dr Oki, dari beberapa cluster penularan Covid-19 di Bantul saat ini paling banyak berasal dari pelaku perjalanan namun demikian untuk klaster Indogrosir di Sleman juga sangat berpotensi akan menambah data pasien karena dari 15 karyawan Indogrosir yang merupakan warga Bantul semuanya reaktif.

“Jadi untuk tracing cukup sulit apalagi tracing kepada para pembeli yang tidak saja dari Kabupaten Sleman namun juga bisa dari luar Kabupaten Sleman bahkan luar DIY dimungkinkan pula ada yang warga Bantul,” jelasnya. (Aje/Aha)

Sumber : Detik.com

#rumahdijualcepat #explorejogja #investasirumah #investasiproperti #rumahdijualmurah #yogyakarta #yogyakartaistimewa #jogja #rumahdijual #investasi #kulineryogya #yogya #kulinerjogja #infokampus #investasiproperty #batikjogja #rumahdijualjogja #jogjaistimewa #kampusjogjakarta #jogjakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *