Merger Bank Syariah Kelar Februari Tahun Depan

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut proses merger atau konsolidasi bank syariah milik bank BUMN akan selesai pada Februari tahun depan. OJK menyebut jika kelengkapan dokumen bisa dengan cepat diselesaikan, maka proses bisa segera dilakukan.

Kepala eksekutif pengawasan perbankan OJK Heru Kristiyana mengungkapkan proses merger ini melibatkan dua pengawas yakni pasar modal dan pengawas perbankan.

“Proses bisa lebih cepat untuk dilakukan jika dokumen dan syarat yang disampaikan lengkap dan proses penggabungan bisa cepat dan Februari akan selesai dan diharapkan jalannya mulus,” kata dia dalam acara Money Talk CNBC Indonesia TV, Kamis (15/10/2020).

Heru mengungkapkan jika dokumen yang disampaikan lebih cepat maka OJK tidak akan menghambat proses penggabungan ini. OJK juga mendorong perbankan untuk melakukan konsolidasi.

“Seperti kalau menyimak ceritanya, konsolidasi ini jadi tren, banyak bank kita yang merger karena sadar layanan bank skala besar itu lebih efisien dan berdaya saing akan menjadi harapan yang baik untuk seluruh nasabah,” ujarnya.

Musim pandemi juga menjadi momentum karena ini sangat mempengaruhi masyarakat yang tetap aktif dalam bertransaksi perbankan. Misalnya bank harus menyediakan teknologi yang canggih karena banyak nasabah yang enggan datang ke kantor cabang.

“Ini kan butuh modal teknologi yang canggih, sehingga bank yang belum bisa melayani secara digital silakan cari partner bank besar yang berdaya saing dan efisien. Ini juga untuk memperkuat diri dari tantangan yang semakin besar ke depan,” jelas dia.

Heru mencontohkan saat ini sudah ada rencana konsolidasi seperti PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang akan menggabungkan anak usaha syariahnya yakni BCA Syariah dengan Bank Interim. Hal ini untuk memperkuat skala usaha hingga lebih efisien dan melayani nasabah agar lebih baik.

Kepala Eksekutif Pengawasan perbankan OJK Heru Kristiyana mengungkapkan untuk bank yang belum bisa memenuhi ketentuan modal tersebut, harus mencari partner untuk memperkuat dirinya.

“Atau pemiliknya melakukan usaha untuk penambahan modal, kalau tidak cukup pasti akan cari partner. Bank BUKU I ya begitu, harus ada rencana masing-masing untuk memenuhi permodalan, semua bisa dipenuhi lah harapannya,” kata Heru dalam tayangan CNBC Indonesia TV, Kamis (15/10/2020).

Dia mengungkapkan sejumlah bank BUKU I memang sudah menyampaikan rencana bisnisnya ke regulator. Sebagian dari bank tersebut dinilai OJK akan sanggup memenuhi aturan modal minimum tersebut.

Selain itu OJK juga sudah mengantongi bank mana saja yang akan merger atau ditambah modalnya. Namun sayang, Heru belum bisa menyampaikan aksi korporasi tersebut. Karena biasanya aksi korporasi seperti merger ini memang tidak disampaikan ke publik sebelum prosesnya selesai.

“Tapi banyak lah yang akan konsolidasi. Itu nanti ya, kita akan lihat dulu detail rencana bisnisnya mereka. Saya ingin beri tahu jika merger ini jadi tren di tengah pandemi,” jelas dia.

Heru menyebut tidak akan membedakan pihak asing maupun lokal yang ingin memperkuat perbankan nasional. Menurut dia baik lokal maupun asing yang ingin berkontribusi untuk ekonomi Indonesia akan diberikan dukungan oleh OJK.

“Jika rencana bisnisnya bagus dan mendorong ekonomi hingga memperkuat bank kita dan berkontribusi ke masyarakat, akan kita dukung,” jelas dia.

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *