Oktober Diramal Inflasi 0,06%, Daya Beli Sudah Pulih?

Jakarta – Hari ini Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan indeks harga konsumen (IHK) bulan Oktober 2020. Beberapa kalangan memproyeksi akan terjadi inflasi di kisaran 0,05% sampai 0,06% sepanjang Oktober tahun ini.

Peneliti Ekonomi Senior Institut Kajian Strategis (IKS) Universitas Kebangsaan Republik Indonesia Eric Alexander Sugandi memproyeksikan sepanjang Oktober inflasi di kisaran 0,05% dibandingkan bulan sebelumnya (mtm).

“Institut Kajian Strategis (IKS) Universitas Kebangsaan RI memperkirakan perekonomian Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,05% month on month (mtm) atau 1,4% year on year (y/y) di bulan Oktober 2020,” kata Eric seperti yang dikutip detikcom, Jakarta, Senin (2/11/2020).

Inflasi yang terjadi di Oktober 2020, dikatakan Eric karena meningkatnya permintaan masyarakat seiring dengan pembukaan sektor-sektor ekonomi dan transfer dana stimulus kepada rumah tangga.

Sementara Vice President Economist Bank Permata, Josua Pardede mengatakan inflasi bulan Oktober 2020 dipicu oleh barang-barang atau komoditas yang masuk dalam inflasi harga bergejolak (volatile food) dan harga yang diatur pemerintah.

“Pada bulan Oktober, diperkirakan terjadi inflasi 0,06%MoM atau 1,44% YoY, dari bulan sebelumnya yang tercatat deflasi 0,05% MoM atau 1,42% YoY,” kata Josua.

Dia menyebut, beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi Oktober antara lain sektor pangan seperti harga daging ayam, harga daging sapi, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, dan minyak goreng.

Sementara yang berasal dari harga diatur pemerintah, Josua mengatakan kenaikan tarif transportasi udara menjadi salah satu penyebab inflasi di Oktober 2020.

“Kenaikan tarif transportasi udara pada akhir bulan Oktober bertepatan dengan libur cuti bersama,” ungkap Josua.

Untuk mengetahui pastinya, BPS akan mengumumkan tingkat inflasi nasional per Oktober 2020 pada hari ini pukul 11.00 WIB.

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *