Sederet Rencana Investasi Amazon hingga Perusahaan China di RI

Jakarta – Perusahaan raksasa teknologi, Amazon disebut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bakal membangun infrastruktur pusat data (data center) di wilayahnya.

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengungkapkan nilai investasi yang dikucurkan orang terkaya di dunia, Bos Amazon Jeff Bezos sekitar Rp 30-40 triliun.

“Dengan senang hati saya melaporkan kepada Anda, Amazon, salah satu perusahaan digital terbesar, menurut saya Jeff Bezos adalah orang terkaya di dunia karena dia telah menginvestasikan sekitar Rp 30 sampai Rp 40 triliun untuk membangun pusat data,” kata dia dalam West Java Investment Summit 2020 yang tayang virtual, Senin (16/11/2020).

“Jadi saya sangat bangga Jawa Barat memiliki tulang punggung data center yang dapat melayani tidak hanya Indonesia tetapi juga perusahaan digital di ASEAN,” sebutnya.

Kang Emil pada tahun lalu sudah sempat menyinggung rencana Amazon berinvestasi di Jabar. Ada beberapa opsi wilayah yang memungkinkan.

“Amazon melihat Asia Pasifik ini masih kekurangan maka dia akan bangun di Indonesia,” katanya di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (25/4/2019).

Indonesia tampaknya tengah menjadi incaran investor. Ada investasi apalagi?

Produsen baterai kendaraan listrik asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) bakal berinvestasi di Indonesia senilai US$ 5,1 miliar. Angka tersebut setara Rp 71,9 triliun mengacu kurs Rp 14.116.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa penandatanganan kerja sama sudah dilakukan.

“Itu investasinya kurang lebih sekitar US$ 5,1 miliar,” kata dia dalam sebuah webinar, Senin (16/11/2020).

Menindaklanjuti kerja sama yang sudah disepakati, Bahlil menjelaskan bahwa peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik dimulai tahun depan.

“Kemarin kita dari China sudah tanda tangan perjanjian kerja sama sudah, 2021 sudah mulai groundbreaking CATL,” sebutnya.

Selain CATL, rencananya produsen baterai kendaraan listrik asal Korea Selatan (Korsel) juga berinvestasi di Indonesia. Bahlil mengatakan, perusahaan Negeri Ginseng itu sudah hampir deal.

Investasi juga datang dari Negeri Kanguru.

Bahlil menyebut Australia bakal membangun rumah sakit di Indonesia senilai US$ 1 miliar, atau setara Rp 14,1 triliun mengacu kurs Rp 14.116.

Informasi tersebut diterima Bahlil dari Dubes RI untuk Australia Kristiarto Legowo dalam sebuah webinar membahas Omnibus Law and IA-CEPA Impact on Investment.

“Saya terima kasih, Pak Dubes selamat atas MoU yang tadi sudah diteken. Tadi saya baru dapat informasi bahwa yang diteken itu adalah sektor infrastruktur kesehatan, bangun rumah sakit US$ 1 miliar,” katanya.

Bahlil menjelaskan bahwa kesehatan saat ini menjadi salah satu sektor prioritas pemerintah. Lalu, dengan adanya Omnibus Law UU Cipta Kerja, pemerintah berkomitmen untuk mempercepat proses investasi.

“Kita punya slogan, sekarang silakan investor datang bawa modal, bahwa teknologi, sebagian pasar. Biarlah pemerintah Indonesia lewat BKPM yang akan menyiapkan izinnya dan akan membantu mencarikan lokasinya yang paling murah yang kompetitif,” paparnya.

Berdasarkan catatan BKPM, dia menjelaskan bahwa sejak Januari hingga September, investasi dari Australia di Indonesia sebesar US$ 269,60 juta, mayoritas di sektor pertambangan. Investasi dari Negeri Kanguru juga tersebar di luar Pulau Jawa, mulai dari Sulawesi, Sumatera, Kalimantan dan daerah lain.

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *