Penegakan Prokes Kunci Utama Pemulian Ekonomi Triwulan IV 2020

YOGYA, KRJOGJA.com – PT Bank BPD DIY tetap fokus menegakkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sebagai kunci utama pemulihan pertumbuhan ekonomi DIY khususnya pada triwulan IV 2020 ekonomi mendatang. Pelaku ekonomi di DIY pun harus ikut melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tersebut supaya masyarakat tidak ragu terhadap apa yang disajikan pelaku ekonomi tersebut.

“Kuncinya adalah bersama-sama menanggulangi pandemi Covid-19, sehingga tidak ada ketakutan, rasa was-was masyarakat untuk selalu melakukan aktivitas. Baik aktivitas ekonomi, aktivitas sosial, aktivitas budaya dan aktivitas rekreasi untuk bangkit, itu kata kuncinya supaya pertumbuhan ekonomi di DIY meningkat, terutama pada Triwulan IV 2020,” tutur Direktur Utama (Dirut) PT Bank BPD DIY Santoso Rohmad kepada KRJOGJA.com di Yogyakarta, Jumat (20/11/2020).

Santoso menegaskan keamanan di DIY dinilai cukup bagus sehingga aktivitas perekonomiannya bisa jalan. Selain itu, protokol kesehatan di semua segmen kehidupan harus tetap dipertahankan, dijaga dan dilaksanakan supaya tidak terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 yang menakutkan bagi masyarakat.

“Pelaku ekonomi di DIY juga harus bisa mematuhi protokol kesehatan tersebut supaya bisa meyakinkan masyarakat akan keamanan dan kesehatan produk-produknya,” imbuhnya.

Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan kinerja Bank BPD DIY baik dari sisi pendanaan maupun pembiayaan hingga saat ini. Pihaknya terus berusaha mendorong pertumbuhan kinerja tersebut supaya tidak terjadi pertumbuhan yang stagnan. Artinya selama masyarakat itu nyaman untuk beraktivitas maka diyakini perekonomian DIY akan segera tumbuh.

“Ada liburan panjang dan Natal serta Tahun Baru pada triwulan IV 2020 nantinya, sehingga harus disikapi dan antisipasi. Kita sudah merealisasikan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan akan digenjot lagi untuk pengungkit kedua kalinya,” tandas Santoso.

Bank BPD DIY menerima penempatan uang negara sebesar Rp 2 triliun dengan daya ungkit 2 kali yang disalurkan pada 14 Agustus 2020 sampai dengan 10 Februari 2021. Untuk itu, Bank BPD DIY harus menyalurkan dengan daya ungkit dua kalinya.

Adapun realisasi penyaluran kredit dari 14 Agustus 2020 sampai dengan 13 November 2020 adalah Rp 1,057 triliun atau telah tersalurkan lebih dari 50 persen, sedangkan sebesar Rp 943 miliar akan disalurkan sampai dengan 10 Februari 2021.

“Prinsip kehati-hatian jadi prioritas kami dalam penyaluranya. Selain itu, harus tepat sasaran agar perekonomian betul-betul tumbuh, jangan sampai timbul persoalan baru,” pungkas Santoso. (Ira)

Sumber : KR Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *