Duh! Urusan Ini Kadang Ribet dan Bikin UMKM Sulit Berkembang

Jakarta – Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu penopang perekonomian nasional. Namun, proses perizinan yang berbelit-belit membuat UMKM sulit berkembang.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sebelum ada Undang-undang Cipta Kerja (Omnibus law) proses perizinan untuk UMKM ini sangat sulit.

Bahkan, biaya perizinan terkadang bisa lebih besar dari modal kerja.

“Salah satu yang membuat UMKM tidak bisa maju itu karena urusannya berbelit dan biayanya besar. Kadang biaya izin jauh lebih besar dari modal kerja, bagaimana mau berkembang orang,” kata Bahlil dalam diskusi online, Selasa (1/12/2020).

Menurutnya UU Cipta Kerja ini akan memberikan prioritas kepada pelaku usaha UMKM agar dimudahkan sejak awal proses perizinan. Dengan adanya izin yang membuat usaha menjadi legal. Maka pelaku usaha bisa mengajukan kredit ke bank untuk pengembangan usaha.

“Bank juga harus kasih pikiran yang baik, lalu pengusahanya juga usahanya yang benar, jangan hanya usaha proposal. Dunia ini berubah terus dan kita pengusaha harus aktif,” jelasnya.

Bahlil menambahkan tidak perlu malu mengaku pengusaha kelas UMKM. Pasalnya di Indonesia turut UMKM menciptakan 120 juta lapangan kerja.

“Jadi tidak perlu merasa malu untuk mengatakan kita adalah pengusaha UMKM, tidak boleh ada kata-kata malu itu,” kata dia dalam diskusi online, Selasa (1/12/2020).

Dia mengungkapkan pada 1998 UMKM merupakan penyelamat ekonomi negara saat krisis ekonomi melanda. UMKM menyelamatkan saat krisis ekonomi 1998, bukan konglomerasi atau korporasi besar

Menurut Bahlil untuk mempermudah perizinan UMKM ini pemerintah telah menyediakan layanan OSS agar perizinan bisa lebih cepat dan efisien.

“Kalau dulu sebelum UU Cipta Kerja, perlakuannya untuk UMKM ini sama dengan membangun CV atau PT, makanya ribet. Dengan UU Cipta Kerja ini sekarang lewat OSS aja akan keluar satu surat itu sudah meliputi teknis yang ada,” jelas dia.

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *