BRI Pastikan Layanan Aman dan Optimal Selama PPKM Jawa-Bali

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk akan memberi layanan yang aman dan optimal meski di tengah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). BRI akan memberi pelayanan baik secara online maupun offline, serta memastikan proteksi dan perlindungan dari layanannya untuk para nasabah dan pekerja.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto menjelaskan pihaknya akan melakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat sesuai dengan standar dari pemerintah. Di antaranya dengan melakukan pengecekan suhu tubuh, mewajibkan penggunaan masker, serta meminta jaga jarak untuk setiap orang yang akan memasuki Kantor BRI. Selain itu Aestika juga menjamin keamanan dari layanan perbankan BRI dengan turut memperhatikan kesehatan dari para pekerja.

“Perusahaan memberikan dukungan suplemen kepada pekerja untuk menjaga kondisi kesehatan, memastikan higienitas tempat kerja dengan penyemprotan rutin desinfektan, dan menyiapkan moda transportasi untuk pekerja yang membutuhkan. Juga memastikan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) tetap dipatuhi. Semua upaya ini kami lakukan untuk memastikan pelayanan BRI tetap berjalan optimal,” ujar Aestika dalam keterangan tertulis, Senin (11/1/2021).

Dalam rangka menyesuaikan diri dengan peraturan pemerintah terkait PPKM, Aestika menjelaskan pada 11-25 Januari mendatang pihaknya akan tetap membuka layanan operasional di kantor cabang konvensional dengan sejumlah perubahan aturan.

“BRI melakukan penyesuaian jam kerja operasional dan mengimplementasikan PPKM yaitu operasional menjadi pukul 08.00 – 14.00 waktu setempat. Selain membatasi jumlah karyawan dan nasabah yang bisa datang pada satu waktu, BRI juga memastikan penerapan protokol kesehatan ketat tetap dilakukan pada seluruh unit kerja,” jelasnya.

Aestika mengungkap BRI memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) bagi 75 persen karyawan di setiap unit kerja. Kewenangan terkait teknis layanan serta pelaksanaan WFH di masa PPKM ini nantinya akan diserahkan pada masing-masing pimpinan unit kerja, dengan catatan tetap menyesuaikan standar protokol kesehatan dari pemerintah.

Lebih lanjut Aestika mengimbau masyarakat untuk tak mengkhawatirkan akses layanan perbankan. Ia mengungkap, BRI menyediakan layanan digital banking yang mudah digunakan, serta tersedia hi-tech BRImo yang dapat diakses 24 jam.

Adapun Aestika menambahkan telah menyediakan layanan bertransaksi bagi masyarakat melalui jaringan ATM dan CRM yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia mengungkap, jumlahnya mencapai 23.000 unit, juga tersedia lebih dari 466.000 agen BRILink di 51.650 desa di Tanah Air.

“Penyesuaian jadwal ini kami pastikan tidak akan mempengaruhi kualitas layanan BRI kepada masyarakat. Layanan BRI tetap bisa diakses secara daring atau memanfaatkan pusat aduan kami di nomor 14017 atau 1500017,” pungkasnya.

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *