Pasar Modal DIY Tumbuh, Jadi Momentum Tepat Masyarakat Berinvestasi

YOGYA, KRJOGJA.com – Pasar modal DIY maupun di tanah air optimis akan mengalami pertumbuhan yang signifikan pada 2021 ini, meski masih berada di tengah masa pandemi Covid-19. Pemerintah mengajak masyarakat untuk optimis dimana 2021 adalah tahunnya investasi di pasar modal. Pemerintah meyakini ketidakpastian pasar modal akibat pandemi selama 2020 akan berakhir.

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY Irfan Noor Riza menegaskan perkembangan investor di DIY mengalami pertumbuhan dan kenaikan signifikan pada 2020 lalu. Dari data BEI DIY, jumlah investor pada Januari 2020 di DIY baru di angka 49.649 investor kemudian jumlah investor mencapai 68.117 investor pada Desember 2020. Sehingga pertumbuhan jumlah investor di DIY berkisar 18.468 investor selama Januari hingga Desember 2020.

“Capaian realisasi pertumbuhan jumlah investor pasar modal yang mengalami kenaikan signifikan tersebut merupakan suatu angka pertumbuhan tahunan tertinggi di DIY selama ini. Ditambah lagi dengan rata-rata transaksi per bulan mencapai Rp 2,179 triliun selama Januari sampai Desember 2020, tentunya pasar modal di DIY kedepan akan semakin bertumbuh,” tutur Irfan kepada KRJOGJA.com di Yogyakarta, Senin (18/1/2021).

Irfan mengaku pihaknya sangat optimis pasar modal DIY akan semakin bertumbuh kedepan didukung beberapa katalis positif. Katalis positif yang dinilai akan mendorong pasar modal di tahun ini, mulai dari pemerintah mulai bisa mengatasi pandemi Covid-19 tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang rendah, dan stimulus fiskal pemerintah untuk mendorong ekonomi akan lebih baik.

“Perkembangan investor pasar modal di daerah, khususnya di DIY pun sangat bertumbuh dan naik signifikan. Bicara pandemi Covid-19, pandemi ini justru merupakan momentum bagi masyarakat untuk memulai investasi khususnya di pasar modal,” tandasnya.

Menurut Irfan, pandemi membuat masyarakat tersadar akan arti pentingnya sebuah investasi. Banyak masyarakat yang shock dan tanpa persiapan menghadapi pandemi yang datang tiba-tiba ini. Selanjutnya adanya regulasi pengetatan pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) seperti PSBB atau Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) di DIY.

“Jangankan berpikir investasi, terkadang dana darurat-pun masyarakat belum punya. PTKM ini membuat banyak masyarakat yang melakukan Work From Home (WFH) sehingga masyarakat mempunyai banyak waktu untuk mulai belajar berinvestasi,” ungkapnya.

BEI DIY sangat yakin dan optimis pasar modal DIY akan terus bertumbuh seiring dengan bertambahnya jumlah investor yang diikuti dengan pertumbuhan jumlah transaksi. Tingkat kepercayaan pelaku pasar akan pulih sehingga indeks harga saham gabungan (IHSG) akan terkerek hingga kisaran 6.800 hingga 7.000 pada akhir Desember 2021. Pemerintah juga telah meluncurkan berbagai kebijakan stimulus untuk memacu pertumbuhan ekonomi tahun 2021.

“Selain berbagai strategi mendorong pemulihan ekonomi, pemberlakuan UU Cipta Kerja juga akan direspons positif pasar saham. Dimulainya program vaksinasi awal tahun ini akan semakin memperkuat sentimen positif yang sudah terlihat sejak akhir 2020. Dari berbagai katalis positif inilah kami melihat sangat sayang jika masyarakat tidak memanfaatkan momentum ini agar memulai berinvestasi di pasar modal,” pungkas Irfan. (Ira)

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *