Penduduk Miskin DIY Melonjak, Sultan Berharap Pada 2 Proyek Ini

Yogyakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencata per September 2020 jumlah penduduk miskin di DIY mencapai 503.140 orang. Jumlah itu meningkat 27.400 orang ribu dibanding bulan Maret 2020.

Data tersebut merujuk laman yogyakarta.bps.go.id. Jika dibandingkan secara prosentase dengan bulan Maret 2020, jumlah penduduk miskin DIY naik dari 0,52 poin persen menjadi 12,80 persen.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengatakan, di masa pandemi COVID-19 ini pihaknya berupaya menopang ekonomi dengan APBD baik di provinsi, kabupaten/kota. Semua itu agar roda perekonomian terus berputar.

“Jadi bagaimana APBD baik Provinsi Kabupaten/Kota jadi kekuatan utama untuk menopang ekonomi. Di mana dan bagaimana kita bisa berbuat sesuatu untuk membantu,” kata Sultan saat memberikan sapa aruh di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Selasa (16/2/2021).

Selain itu, Pemda DIY terus mengupayakan stimulus bagi pelaku usaha. Pasalnya sebagai pemangku kebijakan pihaknya wajib melakukan hal tersebut.

“Baik stimulus maupun pengurangan pajak dan sebagainya, karena memang kita sebagai pemerintah punya kewajiban untuk membantu itu,” ujarnya.

Terlebih, pihaknya belum bisa memprediksi sampai kapan pandemi ini akan terus berlangsung. Hal itu berdampak pada sektor perekonomian.

“Kita juga tidak bisa memprediksi pertumbuhan tahun 2021 itu seperti apa. Karena kita tidak tahu COVID-19 itu berakhir kapan, jadi memprediksinya sangat sulit untuk kita bicara pertumbuhan (Ekonomi),” katanya.

“Kami yang penting bagaimana (ekonomi) tumbuh walaupun sedikit untuk bisa melangkah di tahun depan bisa lebih baik, daripada tetap minus, biarpun kemarin akhirnya hasilnya masih minus 2,3 kira-kira,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, Sultan berharap investasi untuk jalan tol dan jalur kereta bandara berdampak positif bagi masyarakat. Mengingat masyarakat akan mendapat ganti rugi lahan terdampak dan perusahaan atau pelaku usaha dapat memberdayakan masyarakat dalam rangka menggerakkan roda perekonomian.

“Tapi kita juga punya harapan bagaimana realisasi jalan tol, investasi kereta api dari kota ke bandara YIA dan sebagainya itu investasi triliunan,” katanya.

“Harapan saya memberikan ruang, ekonomi di Yogya juga relatif tumbuh meski tidak terlalu besar,” imbuhnya.

Ngarsa Dalem juga telah menginstruksikan kepada pemerintah Kabupaten dan Kota di DIY untuk mempercepat pemberian stimulus kepada masyarakat. Stimulus itu, kata Ngrasa Dalem dapat diambilkan dulu dari APBD.

“Kabupaten Kota bisa menggunakan APBD sebagai stimulus untuk menggerakkan ekonomi. Kira-kira hal-hal itu yang coba kita lakukan sehingga kami juga sudah menginstruksikan kepada kepala dinas dan sebagainya. Yang bersifat bantuan stimulus cepat direlaksasikan,” ucapnya.

Dengan adanya stimulus tersebut, Sultan berharap dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19. Terlebih jika mendapatkan stimulus masyarakat dapat membelanjakan uang cash dan membantu menggerakkan perputaran ekonomi di DIY.

“Jadi tidak perlu menunggu akhir tahun, yang sebetulnya juga mulai bulan Februari bisa terealisasi. Sehingga ada uang cash yang keluar, masyarakat itu kira-kira bisa punya uang cash untuk perputaran ekonomi di Yogya,” ucapnya.

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *