Yuk Hitung-hitungan Beli Rumah Pakai DP 0%

Jakarta – Relaksasi kebijakan uang muka atau down payment (DP) hingga 0% menjadi angin segar bagi mereka yang berniat membeli rumah. Namun sebelum membeli rumah ada baiknya menimbang plus minus rumah DP 0% ini.

Perencana Keuangan Ahmad Gozali mengatakan, semakin besar DP maka akan semakin kecil beban yang terutang. Artinya, cicilan akan semakin ringan.

“Rumusnya sederhana, semakin besar DP maka semakin kecil jumlah yang terutang. Artinya beban bunga jadi lebih kecil dan cicilan jadi lebih kecil juga,” katanya kepada detikcom, Minggu (14/3/2021).

Dia mengatakan, DP 0% memang memudahkan orang memiliki rumah baru. Namun, cicilan yang mesti dibayarkan akan lebih besar.

“Di satu sisi dimudahkan untuk bisa beli rumah baru. Tanpa perlu keluar biaya besar untuk DP. Di sisi lain, cicilan akan jadi lebih besar daripada bayar DP untuk rumah yang sama,” katanya.

“Saran saya sih, kalau memang sudah menyiapkan dana untuk DP, lebih baik tetap bayarkan DP sehingga beban cicilan tidak terlalu besar. Bagaimana kalau tanpa DP cicilannya sudah aman, sepertiga dari penghasilan? Boleh dong,” paparnya.

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto menilai, bank akan mengukur risiko terhadap nasabah. Maka itu, bank tidak serta-merta akan memberikan DP 0%.

“Memang mudah 0% tapi kan bank itu tidak akan semudah itu memberikan 0% kan ada syaratnya, banknya harus NPL di bawah 5%,” katanya.

“Selain itu harus melihat profil dari debitur mereka kira-kira mampu nggak bayar cicilan,” katanya.

detikcom mencoba melakukan simulasi untuk rumah seharga Rp 500 juta memakai simulasi yang disediakan di laman resmi BTN. Caranya mudah, cukup pilih Simulasi KPR lalu lanjut pilih KPR Konvensional. Setelah masuk, maka akan tersedia sejumlah kolom untuk diisi.

Kolom harga properti pun tinggal diisi dengan angka Rp 500 juta dan DP diisi dengan angka 0%. Selanjutnya, lama pinjaman bisa diganti dengan angka 20 tahun dan masa kredit fix 2 tahun.

Suku bunga per tahun dan suku bunga floating tidak diubah mengikuti laman tersebut di mana suku bunga per tahun 8,29% dan suku bunga floating 13,5%. Setelah itu pilih hitung.

Dengan simulasi ini, maka keluar untuk pembayaran pertama ialah Rp 40,83 juta di mana di dalamnya memuat angsuran, DP, total biaya bank, dan total biaya notaris.

Biaya bank sendiri meliputi appraisal, administrasi, proses, provisi, asuransi. Sementara, untuk biaya notaris meliputi akta jual beli, bea balik nama, SKMHT, APHT, perjanjian HT, cek sertifikat, ZNT, PNBP HT. Sedangkan, untuk angsuran per bulan dengan DP 0% Rp 4,33 juta.

Sebagai perbandingan, dengan harga properti yang sama dengan DP 10%, maka pembayaran pertama untuk KPR adalah Rp 86,90 juta. Sementara, untuk angsuran per bulannya ialah Rp 3,90 juta.

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *