Dispar DIY Siapkan Paket Khusus dan Diskon Tiket

YOGYA,KRJOGJA.com – Dinas Pariwisata (Dispar) DIY telah mempersiapkan paket-paket wisata khusus dan potongan harga atau diskon tiket masuk destinasi wisata sebagai upaya antisipasi kebijakan pembatasan atau pengetatan yang digulirkan pemerintah baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Dispar DIY sekaligus mencoba berupaya mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sebagai vitamin untuk menambah percaya diri bagi pelaku pariwisata di DIY.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo mengatakan setidaknya 127 destinasi wisata di DIY tetap beroperasional atau buka di tengah kebijakan pengetatan dan pelarangan mudik lebaran tahun ini. Sebab industri pariwisata di DIY harus tetap bergerak dengan tetap mengutamakan pemulihan kesehatan melalui pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Kita bersama pelaku industri pariwisata yang ada di DIY siap menjual paket-paket wisata khusus seperti paket gowes, paket sumbu filosofi dan lain-lain. Hal ini merupakan upaya bergerak yang bisa dieksekusi pelaku industri pariwisata DIY guna mengantisipasi jangka pendek maupun jangka panjang dengan diberlakukan berbagai kebijakan pengetatan oleh pemerintah,” paparnya di Yogyakarta, Kamis (29/4).

Singgih menegaskan selain terus berupaya melakukan penegakan pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 maupun Cleanliness, Health, Safety and Environment (CHSE), pihaknya kini tengah proses finalisasi potongan harga atau diskon tiket masuk destinasi wisata di DIY. Diskon ini khusus diberikan kepada wisatawan yang melakukan reservasi atau pemesanan maupun pembayaran secara online. Sehingga akan memudahkan pengakan protokol kesehatan karena antara wisatawan dan pengelola tidak perlu melakukan kontak langsung.

“Diskon ini berupa voucher potongan harga di kisaran 25 hingga 30 persen untuk reservasi online demi membudayakan wisatawan melakukan reservasi online di destinasi wisata di DIY. Kita melibatkan Bank BPD DIY dalam hal ini guna mewujudkan ekosistem digital dalam industri pariwisata DIY,” terangnya.

Dispar DIY juga mencoba berupaya mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pelaku pariwisata di DIY, terutama pengelola desa wisata maupun destinasi wisata. Salah satunya melalui kolaborasi dengan pihak swasta agar pelaksanaan vaksinasi tersebut bisa dipercepat dan jangkauannya semakin luas. Vaksinasi Covid-19 ini merupakan vitamin untuk menambah percaya diri bagi pengelola maupun destinasi industri pariwisata di DIY.

“Selain kita mempersiapkan pelaku maupun destinasi pariwisata sampai kepada sertifikasi CHSE, tentu harus dibarengi dengan peningkatan imunitas dari pelaku pariwisata itu sendiri melalui program vaksinasi. Setidaknya ada 31 ribu orang lebih pelaku pariwisata di DIY yang telah terdapat mendapatkan vaksinasi, baru 30 persennya yang sudah sehingga kita coba akselerasi supaya terpenuhi semua,” ungkap Singgih.

Okupansi pariwisata di DIY sendiri dilaporkan cukup bagus capaiannya sebesar 45 persen pada 2020 lalu dan terbaik secara nasional. Untuk itu, Dispar DIY tetap melakukan evaluasi pelaksanaan protokol kesehatan agar tidak menyumbang kasus baru Covid-19 kedepannya. Potensi wisatawan lokal dari dalam DIY sendiri akan lebih dimaksimalkan sehingga industri pariwisata tetap bergerak. (Ira)

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *