Satlantas Tegas, Putar Balik Kendaraan Pemudik di Temon

KULONPROGO, KRJogja.com – Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kulonprogo dan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat melakukan penyekatan di wilayah perbatasan Kapanewon Temon, Kulonprogo dengan Purworejo Jawa Tengah, Kamis (6/5) dini hari pukul 01.00 WIB.

Dalam operasional perdana tersebut, petugas gabungan terpaksa menyuruh putar balik lima kendaraan mengangkut pemudik. “Penyekatan, serempak dilakukan di seluruh Indonesia. Khusus di jalur selatan, perbatasan Kulonprogo-Purworejo Jateng, ada lima kendaraan yang harus putar balik ke arah Jakarta. Masing-masing tiga bus, dua mobil pribadi dan satu travel,” kata Kasat Lantas Polres setempat, AKP Antonius Purwanta di sela penyekatan.

Dari hasil pemeriksaan petugas diketahui tiga bus yang diputar balik masing-masing memuat 10 – 15 orang. Ketiga bus tersebut ada yang tujuan Yogya dan Wonosari Gunungkidul. Sementara mobil travel berisi sekitar lima orang dan mobil pribadi dua sampai tiga orang dengan tujuan yang sama.

Diungkapkan, penyekatan dan tindak tegas putar balik kendaraan merupakan tindaklanjut kebijakan pemerintah pusat yang melarang mudik pada musim libur Lebaran 2021 atau Hari Raya Idul Fitri 1442 H. “Karena ini kebijakan pemerintah yang harus dilaksanakan dan ditaati maka kami mengimbau masyarakat untuk tidak nekat melanggarnya dengan tetap pulang mudik dari tanggal 6 hingga 17 Mei 2021,” tegasnya.

Sementara itu Kanit Turjawali Satlantas Polres Kulonprogo Ipda Satya mengatakan, dengan mematuhi kebijakan pemerintah tentu masyarakat berperan aktif dalam mencegah penularan Covid-19. “Selain itu masyarakat juga tidak mengalami kerugian, karena dengan terjaringnya kendaraan mereka oleh petugas, pengendara harus putar balik. Akibatnya selain kecewa juga boros bahan bakar dan menguras tenaga, karena sudah perjalanan jauh tapi terpaksa harus putar balik,” ujarnya.

Total kendaraan yang diperiksa petugas hingga pagi sebanyak 50 unit. Kendaraan tersebut berasal dari berbagai daerah di luar DIY, antara lain Jakarta, Bandung dan Jawa Tengah. “Kebanyakan kendaraan yang kami berhentikan berplat Jakarta, Bandung dan sekitarnya termasuk Jawa Tengah,” ungkapnya menambahkan pos penyekatan Temon akan beroperasi sampai 17 Mei 2021.

“Pemeriksaan dilakukan selama 24 jam dengan sistem sif. Adapun personil yang bertugas gabungan Polisi, TNI, Satpol PP dan Dishub serta dari Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI),” tutur Ipda Satya. (Rul)

Sumber : KR Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *