Insentif Bebas PPN dan DP 0% Bikin Penjualan Properti Naik 50%

Jakarta – Berbagai stimulus di sektor properti yang diberikan pemerintah sudah terasa dampaknya. Pengembang melaporkan peningkatan penjualan pada produk propertinya.

Pemerintah memberikan stimulus berupa penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% dan pelonggaran loan to value untuk uang muka Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga 0%. Ini angin segara bagi sektor properti.

CEO & Founder Epic Property – marketing agent & property consultant M Gali Ade Nofrans mengatakan, dari riset yang dilakukan, meski secara makro kondisi pasar nasional sedikit menurun akibat pandemi Covid-19 tetapi faktanya, aktivitas penjualan proyek-proyek properti yang dikelolanya justru mengalami peningkatan signifikan di tahun 2020

“Mayoritas proyek properti yang kita tangani rata-rata mengalami peningkatan sebesar 50%. Dari situ kita bisa membaca data dan pola pasar di Indonesia, bahwa ternyata masih ada gap ataupun room yang masih cukup lebar dari pembeli properti itu sendiri. Adapun rentang harga mulai dari Rp 400 jutaan hingga Rp 1 miliar, merupakan tipe hunian yang paling banyak diserap pasar,” ujar dia dalam keterangannya, Minggu (9/5/2021)

Menurutnya, memasuki kuartal II-2021 keyakinan konsumen untuk segera melakukan transaksi kepemilikan hunian secara perlahan namun pasti mulai tumbuh. Salah satu buktinya adalah penjualan perdana Klaster Ayama, Perumahan Bhumi Amala Residence, di Rawa Kalong, Gunung Sindur, Bogor, pada akhir Maret lalu menuai sukses besar.

“Saat itu, kami berhasil membukukan penjualan sebanyak 30 unit dalam kurun waktu satu hari. Pada penjualan perdana Klaster Ayama Perumahan Bhumi Amala Residence, diperkenalkan dua tipe rumah contoh yaitu Aria dan Briar, dengan total sebanyak 189 unit. Adapun harga jual yang ditawarkan mulai dari Rp 400 jutaan per unit,” ungkap dia

Karenanya, dia optimis bahwa unit-unit hunian pada Klaster Ayama yang ditawarkan sebesar Rp 490 juta untuk tipe Cordelia serta Rp 700 juta-an (tipe Aria dan Briar) akan cepat terserap pasar. “Kalaupun nanti ada tipe rumah dengan penawaran harga mulai dari Rp800 jutaan per unit, saya pikir masih sesuai dengan kemampuan mayoritas pasar,” imbuhnya.

Keyakinan tersebut juga ditopanng oleh segudang benefit yang ditawarkan oleh pengembang di masa awal launching, antara lain DP sudah termasuk biaya Akta Jual Beli (AJB) dan Balik Nama. Selain itu, konsumen juga berpeluang mendapatkan hadiah undian spesial berupa satu unit mobil Honda CRV.

Hal yang sama diungkapkan Chief Executive Officer PT. Bina Rencana Agung Develovment (BRAD) Charles Santoso, pengembang Perumahan Bhumi Amala Residence. Menurutnya, pasar properti akan bangkit meski dalam kondisi pandemi Covid-19. Sebab, tingkat permintaan hunian di Indonesia terbilang sangat tinggi seiring dengan besarnya kesenjangan antara supply dan demand (backlog), di mana hingga tahun 2021 masih bertengger di kisaran angka 12 s/d 13 juta unit.

“Menurut saya saat ini adalah kondisi yang sangat tepat untuk membeli, dimana ada beberapa insentif dari pemerintah, kedua, komoditi properti ini memang tidak bisa diperaharui karena berhubungan langsung dengan keterbatasan ruang, jadi menurut saya saat ini paling tepat untuk membeli,” paparnya.

Klaster Ayama Bhumi Amala Residence yang dikembangkan di atas area sekitar 25 hektar ini terletak di lokasi berjarak 10 – 15 menit dari Stasiun Commuter Line Rawa Buntu, 10 menit dari Pintu Tol BSD, 15 menit menuju Central Business District (CBD) dan 20 menit ke AEON Mall BSD City, Serpong, serta 5 menit ke Rumah Sakit Hermina.

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *