Kebut Petumbuhan Ekonomi, DIY Perlu Bergotong Royong

YOGYA, KRjogja.com – Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja pertumbuhan ekonomi DIY pada 2021 akan pulih kedepannya. Sebagai upaya menopang pertumbuhan sekaligus mempercepat recovery atau pemulihan ekonomi di DIY di tengah pandemi Covid-19, masih diperlukan gotong royong seluruh lapisan masyarakat.

Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Miyono mengatakan recovery ekonomi akan sangat bergantung pada prasyarat aspek kesehatan. Pihaknya meyakini kesuksesan vaksinasi Covid-19 merupakan game changer untuk pemulihan ekonomi. Namun perlu dipahami bahwa vaksinasi yang sedang berjalan ditujukan untuk mencegah gejala pasca infeksi Covid-19, bukan mencegah infeksi virus.

“Oleh karena itu walaupun proses vaksinasi telah berjalan, upaya mengawal protokol kesehatan harus terus ditingkatkan hingga pandemi dinyatakan selesai,” ujarnya di Yogyakarta, Minggu (16/5).

Miyono menyampaikan percepatan pemulihan ekonomi di DIY selanjutnya dengan membuka sektor produktif secara dan aman secara bertahap. Pembukaan sektor ekonomi tidak dapat dilakukan secara serentak. Adapun sektor yang dibuka adalah sektor yang memberikan nilai tambah tinggi namun memiliki resiko penyebaran Covid-19 yang relatif rendah.

“Dalam hal ini pembukaan kembali sektor pariwisata perlu dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan dilakukan secara ketat dan konsisten,” katanya.

BI DIY pun terus mengawal penyerapan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) agar terealisasi secara merata dan mampu menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah telah berkomitmen untuk meningkatkan anggaran program PEN pada 2021 menjadi Rp533,1 triliun sehingga perlu kolaborasi dari seluruh pihak agar mengawal program PEN agar dapat terealisasi secara optimal.

“Mengambil momentum dari pandemi untuk mempercepat transformasi digital. Kami meyakini bahwa pandemi Covid-19 telah mempercepat implementasi digitalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Jadi penting bagi seluruh pihak untuk berkolaborasi agar memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam perubahan menuju peradaban baru ini,” tutur Miyono

Pihaknya akan terus memperkuat koordinasi ini dengan Pemda DIY dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Perumusan kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh akan selalu dilakukan secara prudent dan akuntabel, sehingga dapat menjaga stabilitas perekonomian, serta menopang pertumbuhan ekonomi DIY tetap baik dan berdaya tahan. (Ira)

Sumber : KR Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *