Kejar Target Ekonomi Kuartal II 7,8%, 4 Hal Ini Lagi Digenjot Pemerintah

Jakarta – Pemerintah telah menargetkan ekonomi di kuartal II 2021 tumbuh di kisaran 6,9% – 7,8% secara year on year. Target ini dinilai bisa dicapai dengan ditopang 4 hal, yakni konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, investasi, dan ekspor.

“Konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, investasi, dan ekspor yang telah terus menunjukkan perbaikan di Q1-2021 diperkirakan akan tumbuh secara signifikan dalam menopang pertumbuhan di Q2-2021,” kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, Senin (17/5/2021).

Airlangga menyebut investasi akan tumbuh signifikan akibat dari penerapan UU Cipta Kerja, baik dari pembentukan lembaga pengelola investasi maupun Daftar Prioritas Investasi (DPI). Menurutnya investasi akan meningkat sejalan dengan peningkatan kepercayaan investor (business confidence) pada pemulihan ekonomi nasional.

“Selain itu, konsumsi pemerintah juga tentunya akan mengakselerasi pertumbuhan pada Q2-2021 terutama dari pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional,” jelasnya.

Airlangga menyebut konsumsi pemerintah didorong dan diarahkan sebagai keberlanjutan dari kebijakan fiskal yang counter-cyclical. Ia menegaskan penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional diharapkan akan mampu mengakselerasi pemulihan ekonomi dalam jangka pendek.

Menurutnya ekspor juga akan tumbuh seiring dengan membaiknya perekonomian global secara bertahap. Ia mengatakan ekspor ditargetkan akan meningkat seiring perekonomian di negara mitra dagang terbesar RI, yakni China dan Amerika Serikat telah mengalami pemulihan.

“Penerapan UU Cipta Kerja juga menjadi determinan penting terutama dalam fasilitas percepatan ekspor pada Q2-2021 dan ke depannya,” lanjutnya.

Sementara untuk konsumsi rumah tangga, Airlangga menjelaskan pemerintah mendorong lewat Hari Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang diselenggarakan pada 5-13 Mei 2021 di sekitar 72 e-commerce. Ia mengatakan konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar PDB (57%) akan meningkat didorong oleh momen Ramadhan dan Idul Fitri.

“Meski pemerintah melakukan pelarangan mudik, konsumsi akan tetap tumbuh disebabkan oleh upaya Pemerintah dalam mendorong konsumsi masyarakat melalui berbagai program seperti Harbolnas Bangga Buatan Indonesia, Kampanye Berbagi untuk Keluarga, dan percepatan penyaluran bantuan sosial,” pungkasnya.

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *