3 Fakta Merger Gojek-Tokopedia Jadi GoTo

Jakarta – Gojek dan Tokopedia resmi mengumumkan merger dan menjadi GoTo. Bergabungnya kedua entitas ini disebut menjadi grup teknologi terbesar di Indonesia.

GoTo juga akan menjadi perusahaan internet dan layanan media terbesar di Asia. GoTo akan menciptakan ekosistem unik yang saling melengkapi dengan kombinasi layanan e-commerce, pengiriman barang dan makanan, transportasi dan keuangan.

Berikut fakta-fakta bersatunya Gojek dan Tokopedia:

1. Dimodali Alibaba Sampai Google

Dari keterangan resmi yang diterima detikcom disebutkan ada jajaran investor utama di kedua perusahaan seperti Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group, DST, Facebook, Google,JD.com, KKR, Northstar, Pacific Century Group, PayPal, Provident, Sequoia Capital, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa, dan Warburg Pincus.

CEO dan Co-founder Gojek Kevin Aluwi mengungkapkan kombinasi kedua perusahaan ini akan memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen didukung oleh jaringan mobilitas tercepat dan terbesar dari para mitra driver dan merchant.

2. Nilai Transaksi Ratusan Triliun

Total transaksi GoTo secara grup tembus US$ 22 miliar atau setara dengan Rp 312,4 triliun (asumsi kurs Rp 14.200).

“Pembentukan Grup GoTo ini merupakan kolaborasi usaha terbesar di Indonesia, sekaligus kolaborasi terbesar antara dua perusahaan internet dan layanan media di Asia hingga saat ini,” bunyi keterangan resmi.

3. Aplikasi Gojek dan Tokopedia Masih Ada?

VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak mengatakan ke depannya kedua perusahaan akan tetap beroperasi sebagai entitas yang berdiri sendiri meski ada GoTo. Jadi baik aplikasi Gojek maupun Tokopedia tetap melayani seperti biasa.

“Ke depannya Gojek dan Tokopedia akan tetap beroperasi sebagai entitas yang berdiri sendiri, di dalam ekosistem Grup GoTo,” kata Nuraini kepada detikcom.

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *