395 Gerai Giant Mau Ditutup, Bagaimana Nasib Karyawan?

Jakarta – Seluruh gerai supermarket Giant bakal ditutup akhir Juli nanti. PT Hero Supermarket Tbk selaku perusahaan induk Giant menyebutkan total gerai yang bakal ditutup ada 395.

Head of Corporate and Consumer Affairs Diky Risbianto menyatakan lima gerai Giant akan diubah menjadi IKEA. Kemudian, sejumlah lainnya akan dijadikan Hero Supermarket, namun Diky tak merinci ada berapa banyak.

Kemudian ada juga sejumlah gerai yang akan dinegosiasikan untuk dialihkan kepemilikannya kepada pihak ke tiga. Namun, lagi-lagi Diky tak merinci berapa jumlahnya.

“Secara keseluruhan mengoperasikan 395 gerai Giant. Kami akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA dan mempertimbangkan mengkonversi sejumlah gerai menjadi Hero Supermarket, serta sedang menegosiasikan sejumlah gerai lainnya untuk dialihkan kepemilikannya ke pihak ketiga,” ungkap Diky kepada detikcom, Rabu (26/5/2021).

“Dengan berat hati, seluruh gerai Giant akan berhenti beroperasi pada akhir Juli 2021,” katanya.

Soal nasib karyawan Giant sendiri, manajemen Hero Supermarket menegaskan proses komunikasi dengan seluruh karyawan Giant akan berlangsung dengan baik. Manajemen juga menegaskan akan ada proses yang adil bagi para karyawan Giant yang terdampak penutupan toko ini.

“Kami akan memastikan bahwa proses komunikasi dengan seluruh karyawan kami yang terdampak oleh perubahan ini akan berlangsung dengan penuh empati dan rasa hormat. Kami juga akan memastikan proses yang adil bagi seluruh mitra bisnis kami,” ungkap Presiden Direktur Hero Supermarket, Patrik Lindvall dalam keterangannya.

“Keputusan besar seperti ini tidaklah mudah, tetapi kami percaya keputusan ini perlu diambil untuk kepentingan jangka panjang PT Hero Supermarket Tbk dan para karyawan kami yang berada di bawah naungan perusahaan,” tambah Patrik.

Kembali ke Diky, dia mengatakan kini pihaknya bakal fokus mengembangkan IKEA, Guardian, hingga Hero Supermarket. Menurutnya potensi pertumbuhan dari tiga brand tersebut lebih tinggi dibandingkan Giant.

“Kami melihat potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dari IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. Kami akan memfokuskan investasi kami dalam proses pengembangan ketiga brand tersebut,” ungkap Diky.

Diky mengatakan perusahaan sudah melakukan peninjauan strategis perusahaan, hasilnya pola belanja konsumen sudah beralih dari format hypermarket macam Giant.

Diky menilai justru potensi pertumbuhan yang baik dengan performa positif terdapat pada bisnis layanan furnitur rumah tangga, kecantikan dan kesehatan, dan pasar premium kebutuhan sehari-hari. Ketiganya ada di IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.

“Berdasarkan tinjauan strategis perusahaan, kami melihat peralihan konsumen Indonesia dari format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, kami melihat potensi pertumbuhan yang baik dan performa positif di sektor layanan furnitur rumah tangga yang disediakan IKEA,” papar Diky.

“Kecantikan dan kesehatan melalui Guardian, serta pasar premium untuk kebutuhan sehari-hari melalui Hero Supermarket,” lanjutnya.

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *