Work From Jogja, Angin Segar Bagi Pertumbuhan Industri Pariwisata

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Pariwisata (Dispar) DIY tengah merancang program Work From Jogja yang digadang dapat mendongkrak pariwisata dan perekonomian di DIY. Program ini dinilai menjadi angin segar bagi pelaku industri pariwisata di DIY yang sangat terpukul sejak pandemi Covid-19 hingga saat ini.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar DIY Marlina Handayani menjelaskan DIY telah siap jika akan memberlakukan program Work From Jogja. Kesiapan yang dimaksud meliputi 3 A yakni atraksi, amenitas,dan aksesibilitas. DIY memiliki destinasi yang tersebar di satu kota embat kabupaten, dengan berbagai potensinya baik kultur, alam dan budaya dari segi atraksi.

“DIY memiliki 269 usaha pariwisata perhotelan yang sudah bersertifikat Clean, Health, Safety and Environment (CHSE) dan memiliki 142 desa wisata serta 133 homestay dari segi amenitas. Sedangkan aksesibilitas, DIY justru memiliki poin penting dalam keberhasilan program Work from Jogja,” tuturnya di Yogyakarta, Jumat (11/6/2021).

Marlina menyatakan pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan I 2021 yang masih dalam kondisi masa pandemi justru tinggi di antara provinsi lain itu dikarenakan potensi dari aksesibilitas yang mudah. Pelaku perjalanan yang di Pulau Jawa tidak perlu menyeberang laut atau pesawat karena bisa dilakukan perjalan darat jika berkunjung ke DIY. Program Work From Jogja tidak hanya berpusat di dalam kota saja.

“Destinasi wisata di DIY yang memiliki alam yang indah pun dapat digunakan untuk tempat bekerja. Dengan bekerja di luar kantor, jaringan internet adalah hal yang mutlak, maka kami tengah mempersiapkan hal tersebut,” imbuhnya.

Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan pihaknya menyambut baik rencana program Work From Jogja yang digulirkan Pemda DIY tersebut. Meski diakuinya, belum ada koordinasi atau pertemuan lebih lanjut antara pemda dan pelaku industri pariwisata dalam hal ini PHRI untuk mematangkan program Work From Jogja.

“Saya menyambut baik program Work From Jogja ini, tetapi kita butuh koordinasi lebih lanjut dengan Pemda DIY karena program itu sangat bisa dilakukan. Kami sangat mendukung Work from Jogja, infrastruktur kami sudah siap baik sarana maupun prasarana, internet, ruang rapat maupun lainnya,” paparnya.

Deddy menyatakan namun tidak hanya hotel dan restoran yang harus disiapkan untuk mendukung program ini, namun juga obyek wisata dan masyarakat di DIY. Sebab sebelumnya sudah banyak perusahaan swasta maupun negeri yang datang ke DIY untuk bekerja yang setidaknya mampu mendongkrak okupansi hotel hingga 15 persen.

“Program Work From Jogja bisa jadi angin segar bagi kami. Harapannya, tidak ada lagi kebijakan pemerintah pusat yang berubah-buah dan mendadak, karena bisa menghancurkan apa yang sudah kita rencanakan,” tandasnya.

Wakil Ketua Bidang Pengembangan Produk Asita DIY Andri Supriatna Sasmita berharap program ini dapat menghidupkan kembali travel agent yang selama ini terdampak pandemi Covid-19. Semua pelaku industri pariwisata bisa mendapatkan hasil dari program ini, tidak hanya hotel atau destinasi wisata tapi juga industri perjalanan pariwisata karena Work from Jogja jika dikombinasikan dengan destinasi wisata, tentu butuh pelaku transportasi.

“Program Work from Jogja tidak mungkin hanya direct, tiba-tiba datang ke suatu tempat, bekerja setelah itu langsung pulang. Jadi seluruh anggota Asita DIY siap mendukung program ini, termasuk dalam hal menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (Ira)

Sumber : KR Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *