Skrining Masuk DIY, Dishub Siapkan Pemeriksaan Sejumlah Titik Simpul

YOGYA, KRjogja.com – Dinas Perhubungan (Dishub) DIY bersama Dishub Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) tengah mempersiapkan Standard Operating Procedure (SOP) atau panduan bagi pelaku perjalanan yang menggunakan semua moda angkutan maupun multi moda yang masuk wilayah DIY. Pemeriksaan di sejumlah titik simpul tersebut guna membantu dan mengkampanyekan agar masuk DIY tetap diskrining, apabila DIY sudah dibuka nantinya.

“Kita kalau siap maka harus siap semua. Begitu semua penyekatan beberapa dan destinasi wisata sudah dibuka bertahap, maka semuanya harus mengantongi sertifikat Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan) dan Environment (Ramah lingkungan) atau CHSE dan sudah vaksin. Kami akan membantu di titik-titik simpul untuk melakukan pemeriksaan bagi semua pengguna angkutan umum maupun bus pariwisata maupun multi moda yang masuk ke DIY,” papar Kepala Dishub DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti kepada KR di Yogyakarta, Rabu (11/8).

Made mengatakan pihaknya bersama stakeholder tengah berproses mematangkan SOP tersebut sebagai pedoman dalam melakukan pemeriksaan di beberapa titik simpul masuk ke DIY kedepannya. Kesiapan Dishub DIY ini guna mengimbangi apabila penyekatan ruas jalan maupun destinasi wisata di DIY sudah mulai dibuka secara bertahap oleh pemerintah nantinya. Jika masuk ke DIY dari arah Barat, Timur maupun Utara akan ada titik simpul yang dipersiapkan untuk pemeriksaan seperti terminal, tempat parkir maupun jembatan timbang.

“Ketika wisatawan sudah diperkenankan masuk ke Yogyakarta, takutnya kasus terkonfirmasi Covid-19 tinggi lagi jika tidak dilakukan pemeriksaan sertifikasi tersebut. Peraturan bagi pelaku perjalanan yang menggunakan angkutan umum tetap menyesuaikan dengan pusat, terutama bagi pelaku perjalanan yang menggunakan moda angkutan udara maupun kereta api,” tandasnya.

Mantan Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY ini menyampaikan pihaknya akan memeriksa angkutan publik seperti bus pariwisata dan lain-lain, kecuali AKAP dan AKDP yang memang sudah diatur sebelumnya harus sampai terminal. Supaya pihaknya bisa memantau dan memonitoring kapasitas kendaraan sebesar 50 persen dan wajib telah divaksin dan surat kesehatan bebas Covid-19 bagi pelaku perjalanan di luar aglomerasi Yogyakarta seperti yang menggunakan moda angkutan udara dan kereta api.

“Supaya mitra kami di angkutan tidak berhenti, kami harus memberikan jaminan keamanan yang telah kita diskusikan dengan stakeholder yang terkait. Mudah-mudahan bisa berjalan, jika sudah final SOP ini diajukan ke Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY. Justru kita membantu dan mengkampanyekan agar masuk DIY tetap diskrining. Kita tengah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana (sarpras), mekanisme dan random sampling bagi pengguna angkutan pribadi nantinya jika DIY sudah dibuka,” pungkas Made. (Ira)

Sumber : KR Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *