Deretan Hotel BUMN yang Mau ‘Digabung’ Lewat Holding

Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir tengah menata perusahaan pelat merah agar semakin kompetitif. Langkah ini salah satunya melalui holding BUMN.

Salah satu holding yang tengah dikebut ialah holding hotel BUMN. Pembentukan holding hotel telah menunjukkan progres yang ditandai dengan Penandatanganan Integrasi Hotel BUMN.

Penandatangan itu yakni Penandatanganan Sales & Purchase Agreement (SPA) Transaksi Jual Beli Saham antara PT Wijaya Karya Realty dengan PT Aero Wisata, PT Wijaya Karya Realty dengan PT Pegadaian (Persero) serta Penandatanganan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) PT Hotel Indonesia Natour (Persero) dengan PT Wijaya Karya Realty.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan integrasi bisnis ini menjadikan BUMN kompetitif sekaligus untuk mengatur lini bisnis hotel perusahaan pelat merah. Sehingga, BUMN induk dapat fokus sesuai inti bisnisnya.

“Integrasi bisnis hotel ini sejalan dengan langkah menjadikan BUMN sebagai institusi bisnis yang kompetitif sekaligus mengatur lini bisnis hotel BUMN sehingga BUMN Induk yang sebelumnya membawahi anak-anak usaha hotel dapat menjalankan bisnis sesuai bisnis inti yang dimiliki,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8) kemarin.

“Wika Realty akan menjadi owner dari pada hotel-hotel milik BUMN ini dan berperan dalam pengembangan bisnis hotel-hotel tersebut sedangkan pengelolaan atau operator hotel-hotel milik BUMN ini akan dilakukan oleh Hotel Indonesia Group yang sahamnya dimiliki oleh Hotel Indonesia Natour dan juga Wika Realty,” tambah Tiko.

Direktur HC & Pengembangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sekaligus Ketua Project Management Office (PMO) Holding Hotel BUMN mengatakan, penandatangan hari ini menandai hampir selesainya proses konsolidasi sebagai tahap 1 roadmap holding hotel BUMN.

“Kegiatan penandatanganan hari ini menandai hampir rampungnya proses consolidation and turn around sebagai tahap 1 roadmap Holding Hotel BUMN. Selanjutnya, mewakili PMO, dalam kesempatan ini ingin menyampaikan komitmen kami untuk terus berkoordinasi dan mengimplementasi program percepatan integrasi dan peningkatan nilai hotel BUMN,” katanya.

Mursyid juga memaparkan, seluruh tim akan mempersiapkan diri juga untuk memasuki tahap berikutnya, yaitu parenting & partnership sebagai tahap 2, dan fundraising & expansion sebagai tahap terakhir dalam roadmap holding hotel BUMN.

Perjanjiian ini merupakan bagian dari pembentukan holding hotel yang pada tahap pertama terdapat 21 hotel yang akan terintegrasi dalam pembentukan holding hotel BUMN yaitu 11 hotel milik Hotel Indonesia Natour, 1 hotel milik Aero Wisata, dan 9 hotel milik Pegadaian.

Hotel Indonesia Natour memiliki 11 unit hotel dan resort di Bali, Jawa, dan Sumatera yakni Inaya Putri Bali, Grand Inna Kuta, Grand Inna Padang, Grand Inna Malioboro, Grand Inna Tunjungan, Grand Inna Samudra Beach, Grand Inna Medan, Inna Tretes, Inna Parapat, Inna Sindhu Beach, dan Inna Bali Heritage.

Aero Wisata yang merupakan anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memiliki Kila Senggigi Beach Lombok. Pegadaian memiliki 9 hotel yang dikelola oleh anak perusahaan PT Pesonna Indonesia Jaya dan tersebar di Makassar, Pekanbaru, Semarang, Yogyakarta, Gresik, Tegal, Pekalongan dan Surabaya.

Sedangkan, PT Wika Realty saat ini mengelola 7 kondotel yakni Best Western Premiere The Hive Hotel Jakarta, Best Western Papilio Hotel di Surabaya, Best Western Premiere La Grande Hotel di Bandung, Best Western The Lagoon Manado Hotel, Wyndham Tamansari Jivva Resort, Golden Tulip Jineng Resort Bali, dan Kyriad Hotel Airport Tangerang.

Sumber : Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *