Rem Laju Penularan Covid-19, Pemda DIY Optimalkan Tracing dan Testing

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY tidak hanya melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 semata, pihaknya pun meningkatkan tracing dan testing guna mengurangi atau mengerem laju penularan virus Corona. Strategi yang dilakukan dengan mengoptimalkan atau meningkatkan kapasitas tracing terutama tracing kontak erat dan penguatan sumber daya.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengakui rasio tracing di DIY memang masih rendah sehingga perlu ditingkatkan saat ini. Untuk itu, Pemda DIY terus berupaya mengoptimalkan tracing kontak erat maupun dengan penguatan sumberdaya. Kasus aktif Covid-19 di DIY mulai mengalami penurunan beberapa waktu ini sehingga tracingnya turun karena memang kasus terkonfirmasi rata-rata terjadi di keluarga.

“Jika di keluarga tersebut ada satu orang kena Covid-19 dan tidak pergi kemana-mana, maka tracingnya hanya satu rumah saja karena tidak pernah ketemu orang lain. Apabila kemudian satu rumah terdapat 4 orang yang satu sudah di tracing, maka yang 3 sudah tidak perlu di tracing lagi karena dia juga tidak pernah keluar rumah,” ujarnya di Yogyakarta, Minggu (22/8/2021).

Baskara Aji menyampaikan jadi tracing itu sangat tergantung pada kontak erat langsung. Apabila kontak langsungnya hanya serumah maka tracingnya dan testing sedikit. Sebab tracer hanya melakukan testing hasil dari tracing saja kecuali untuk kepentingan tertentu seperti rapat dan lain-lain. Sehingga tidak relevan jika kasus positif Covid-19 di DIY turun karena tracingnya turun karena tracing tidak perlu banyak.

“Tren kasus Covid-19 di DIY sudah menurun, namun demikian keberadaan virus tersebut kemungkinan masih lama hidup di lingkungan sekitar. Semisal ada yang sakit keluarganya segera dilaporkan ke Puskesmas itu bagian dari tracing atau pelacakan, supaya bisa dites,” tandasnya.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Biro Umum, Humas dan Protokol (UHP) Setda DIY Ditya Nanaryo Aji mengatakan rasio target tracing-testing dibanding jumlah kasus konfirmasi adalah 1 kasus : 15 tracing-testing. Rerata rasio tracing–testing mingguan menunjukkan angka 1:4,4 per 18 Agustus 2021. Angka rasio mencapai 5,54 dari sejumlah 1.106 kasus konfirmasi dan 6.128 tracing-testing.

“Tren rasio tracing harian terhadap kasus konfirmasi dalam 2 minggu terakhir menunjukkan kecenderungan menurun di DIY. Persentase penggunaan metode PCR di DIY cukup tinggi mencapai 67,7 persen namun kondisi tersebut tidak terjadi secara merata di semua kabupaten/Kota. Kabupaten Gunungkidul memiliki tingkat penggunaan swab test Antigen yang sangat tinggi mencapai 74,9 persen,” paparnya.

Ditya menjelaskan tracing atau pelacakan yang dilakukan Puskesmas dan jejaringnya terhadap kontak erat dari kasus terkonfirmasi terus dilakukan hingga saat ini. Pelacakan ini guna mengidentifikasi waktu dan tempat dari orang-orang yang berkontak dengan penderita Covid-19, menginformasikan orang yang mungkin terpapar virusnya dan mengisolasi orang yang terjangkit Covid-19 guna pencegahan penyebaran lebih lanjut.

“Tracing ini membantu memutuskan rantai penularan Covid-19. Jadilah pahlawan yang bersedia untuk dilacak. Jumlah tracer di Puskesmas mencapai 870 orang yang dibantu personil TNI, Polri dan Relawan,” tambahnya. (Ira)

Sumber : KR Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *