Destinasi Wisata Masih Tutup, Dispar DIY Siapkan Berbagai Upaya Jika Telah Dibuka

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Pariwisata (Dispar) DIY tidak henti-hentinya memberikan semangat dan harapan kepada pelaku industri pariwisata di DIY akan segera bergerak kembali. Optimisme tersebut dibarengi dengan berbagai upaya yang tengah dan terus dilakukan antara lain kesiapan sumber daya manusia (SDM), Standard Operating Procedure (SOP), Pelatihan hingga insentif bagi pelaku pariwisata terdampak pandemi maupun kebijakan PPKM. Berbagai upaya ini menjadi bagian dari mempersiapkan destinasi wisata di DIY untuk bisa kembali menerima kunjungan wisatawan dengan aman, sehat dan nyaman.

Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo menyatakan pihaknya bekerjasama dengan Dispar Kabupaten/Kota se-DIY berupaya menyiapkan tenaga pariwisata bagi mereka sendiri maupun wisatawan yang datang. Upaya kesiapan SDM pariwisata di DIY ini pun dilakukan berbagai daerah lainnya baik itu pelaku wisata maupun wisatawan.

“Kami berupaya menyiapkan SDM pelaku wisata maupun wisatawannya selama belum beroperasional sejak awal PPKM hingga saat ini. Selain kesiapan SDM, kami melakukan kesiapan lainnya seperti SOP, pendampingan, pelatihan dan lain-lain,” katanya di Yogyakarta, Selasa (24/8/2021).

Singgih mengatakan upaya percepatan yang tengah dikejar dan ditingkatkan adalah pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pelaku wisata di DIY. Percepatan vaksinasi ini bagi pelaku pariwisata ini agar memenuhi dan mencapai herd immunity atau kekebalan komunal dalam ekosistem pariwisata DIY.

“Penyelenggara vaksinasi ini dimaksudkan pula guna mempersiapkan pariwisata DIY apabila sudah bisa beroperasi nantinya. Seluruh destinasi wisata belum dibuka selama PPKM ini, namun tidak menutup kemungkinan apabila progres angka kasus Covid -19 terus membaik maka akan ada pelonggaran,” tuturnya.

Menurut Singgih, masyarakat pelaku wisata, keluarga serta warga yang berdomisili di sekitar destinasi wisata menjadi target utama vaksinasi pariwisata. Mereka harus sehat dan bersih sehingga mampu menjadi representasi wisata yang sehat. Hal ini mampu menjadi promosi pariwisata sekaligus promosi vaksinasi Covid-19.

“Artinya vaksinasi bagi industri pariwisata ini diharapkan mampu mendorong keinginan masyarakat yang belum divaksin menjadi bersedia di vaksin dengan sukarela,” tambahnya.

Kementerian pariwisata Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI juga berupaya meluncurkan beberapa insentif bagi pelaku pariwisata seperti hibah pariwisata, Bantuan Insentif Pariwisata (BIP), beberapa pelatihan keterampilan dan pemasaran digital dan sebagainya. Digitalisasi industri pariwisata sudah mutlak dilakukan, sebab akan lebih efisien. Aplikasi Visiting Jogja juga terus dikembangkan agar lebih ramah kepada penggunanya, ramah cara pembayarannya dan ramah terhadap sistem.

“Kami mendapatkan masukan mekanisme hibah pariwisata tahun ini akan diubah, tentu dalam rangka memperluas penerima atau sasaran belajar dari program hibah pariwisata 2020 lalu. Pemda DIY juga meluncurkan hibah kepada koperasi termasuk koperasi wisata yang terdampak pandem, saya yakin ini akan sangat membantu pelaku wisata memulai kembali. Kami tengah mengupayakan bantuan bagi pelaku wisata yang non koperasi sebab yang dituju adalah kesiapan apabila pariwisata sudah dibuka kembali,” pungkas Singgih.(Ira)

Sumber : KR Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *