Dihajar Pandemi, Indonesia Justru Mampu Kalahkan Thailand soal Penjualan Mobil

Liputan6.com, Jakarta – Pandemi yang terjadi hampir di seluruh dunia memang berdampak ke segala lini industri, termasuk otomotif. Namun, di pasar Asia Tenggara (ASEAN), Indonesia justru mampu mengalahkan Thailand dalam hal penjualan mobil pada periode Januari hingga Juli 2021.

Berdasarkian data ASEAN Automotive Federation, selama tujuh bulan pertama tahun ini, penjualan mobil di Indonesia mencatatkan angka 460.105 unit. Jumlah tersebut, naik 60,8 persen dari periode yang sama tahun lalu, yang hanya mencapai 286.215 unit.

Sedangkan penjualan pesaing berat Indonesia, yaitu Thailand hanya 425.633 unit pada periode yang sama atau hanya naik 9,7 persen dari jumlah tahun lalu sebesar 387.975 unit.

Sementara itu, negara lainnya, yaitu Malaysia berhasil menjual 256.215 unit atau naik 10,2 persen dari periode yang sama tahun lalu, sebesar 256.215 unit.

Kemudian Myanmar, hanya mampu menjual sebanyak 6.765 unit pada Januari hingga Juli 2021, dan turun sebesar 43,4 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar 11.960 unit. Filipina, mampu menjual 154.265 unit atau meningkat 46,1 persen dari periode yang sama tahun lalu, sebesar 154.265 unit.

Singapura mampu menjual 37.832 unit atau meningkat 40,7 persen dari periode yang sama tahun lalu, sebesar 26.887 unit dan Vietnam menjual sebanyak 166.516 unit atau meningkat 26,9 persen dari periode yang sama tahun lalu, sebesar 131.248 unit.

Keuntungan Diskon PPnBM yang Sudah Dirasakan Industri Otomotif Indonesia

Program Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) kendaraan bermotor  yang diluncurkan Maret 2021 berdampak positif terhadap industri otomotif nasional meski dihantam pandemi Covid-19.

Berdasarkan kajian evaluasi dampak oleh ISI (Institute for Strategic Initiatives), program ini mampu meningkatkan volume penjualan mobil, penyerapan tenaga kerja lebih tinggi, peningkatan pendapatan rumah tangga dan pendapatan negara, serta membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Demikian salah satu kesimpulan hasil kajian evaluasi dampak oleh ISI yang disampaikan dalam webinar “Evaluasi Dampak Insentif PPnBM DTP Kendaraan Bermotor Terhadap Perekonomian Nasional” yang diselenggarakan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Kamis, 19 Agustus 2021.

“Industri otomotif sendiri merupakan sektor yang memiliki multiplier effect yang tinggi terhadap sektor-sektor yang terkait dengannya. Kehulu, sektor otomotif, telah meningkatkan demand atas output sektor seperti industri komponen mesin, ban, valve, filter dan lain sebagainya. Sementara itu, ke hilir produk otomotif telah berdampak terhadap sektor pembiayaan keuangan, alat transportasi dan lainnya, “ sebut Luky Djani, Direktur ISI.

Sumber : Liputan 6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *