Pelaku Wisata Diminta Tetap Semangat

BANTUL, KRJOGJA.com – Sejumlah pelaku wisata di Bantul minta pemerintah dalam membuat aturan bagi wisatawan yang akan berkunjung ke objek lebih sederhana. Sehingga ketika pada saatnya nanti diperbolehkan buka kembali semua telah dipersiapkan. Sementara sektor wisata selama ini jadi motor penggerak ekonomi mesti segera bangkit.

Ketua Koperasi Notowono, sebagai pengelola sejumlah objek wisata di Kapanewon Dlingo, Purwo Harsono, Selasa (31/08/2021) mengatakan pihaknya sudah menerima sosialisasi terkait rencana pemberlakukan aplikasi Peduli Lindungi bagi wisatawan yang berkunjung ketika objek wisata dibuka kembali.

“Sudah ada Zoom Meeting bersama Dinas Pariwisata Bantul. Sejauh ini baru tahap rencana, belum diterapkan karena objek wisata sesuai keinginan Gubernur DIY dibuka setelah 80 persen penduduk DIY tervaksin,” ujarnya.

‎Dijelaskan, penerapan aplikasi Pedulilindungi bagi wisatawan bakal merepotkan petugas di lapangan. “Wisatawan itu beragam asalnya, mereka ada yang datang dari kota, pelosok serta dari luar daerah. Apakah jika tidak punya aplikasi kita akan menolak kedatangan wisatawan yang jauh-jauh ingin berwisata,” ujarnya.

Purwo Harsono berpendapat sederhana, mestinya wisatawan cukup menunjukkan kartu vaksin. Karena kartu vaksin saja bisa menimbulkan masalah bagi anak-anak dibawah 12 tahun.

Pengelola objek wisata sebenarnya telah menerapkan Cleanliness (kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (keamanan) Enviroment Suitainability (kelestarian lingkungan hidup (CHSE). Hal tersebut sudah cukup bagi pengelola objek wisata untuk menerima kunjungan wisatawan. Apalagi semua pelaku wisata di Kapanewon Dlingo 80 % sudah divaksin.

Menurutnya aturan yang dibuat jangan terlalu rumit. Karena dari awal sampai PPKM berlangsung tidak ada klaster Covid-19 di objek wisata. Karena jika CHSE sudah diterapkan wisatawan cukup menunjukkan kartu vaksin.

Sementara pengelola objek wisata Puncak Sosok, Rudi Haryanto mengatakan, kewajiban wisatawan mengisi aplikasi Visiting Jogja dirasa sulit terealisasi. Apalagi sampai menggunakan aplikasi Pedulilindungi tentu sulit teralisasi.

Rudi sekarang hanya menunggu aturan dari Dinas Pariwisata Bantul. Jika sudah dibuka prinsipnya mengikuti ketentuan dari dinas.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bantul, Aryunadi SE mengatakan, meski masih PPKM tetapi kondisi sekarang ini pelaku wisata tidak boleh patah semangat. Dinas Pariwisata Bantul beserta para pelaku sektor wisata harus mempersiapkan diri, bila nanti kondisinya membaik dan boleh buka tidak ada persoalan.

“Artinya jika level sudah turun dan memungkinkan wisatawan hadir para pelaku wisata sudah ada persiapan. Kita tidak boleh putus asa. Semoga kondisi sulit ini segera berakhir,” ujar Aryunadi. (Roy)

Sumber : KR Jogja


Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/proper36/public_html/propertirumahjogja.com/wp-content/themes/flatsome/inc/shortcodes/share_follow.php on line 29

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *