Nilai Ekspor dan Impor DIY Kompak Turun Pada Juli 2021

YOGYA, KRJOGJA.com – Nilai ekspor DIY Juli 2021 mencapai USD 40,5 juta atau turun 5,61 persen dibanding ekspor Juni 2021. Tidak hanya nilai ekspor yang turun, nilai impor DIY pun mengalami turun 15,65 persen atau mencapai USD 9,7 juta pada Juli 2021 dibanding Juni 2021.

“Nilai ekspor barang asal DIY yang dikirim melalui beberapa pelabuhan di Indonesia D pada Juli 2021 tercatat mencapai USD 40,5 juta. Nilai ekspor tersebut mengalami penurunan USD 2,4 juta atau 5,61 persen dibanding sebelumnya USD 42,8 juta. Secara kumulatif, nilai ekspor Januari hingga Juli 2021 mencapai USD 298,8 juta atau meningkat 41,54 persen dibanding periode yang sama 2020,” papar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto di Yogyakarta, Kamis (2/9/2021).

Sugeng menyampaikan secara umum, tiga besar negara tujuan utama ekspor barang DIY pada Juli 2021 adalah Amerika Serikat (AS) dengan total nilai ekspor mencapai USD 17,2 juta, disusul Jepang sebesar USD 3,8 juta dan Australia USD 3,7 juta. Ekspor ke Uni Eropa pada Juli 2021 menunjukkan penurunan USD 1,9 juta atau 16,10 persen dengan tiga besar negara tujuan ekspor adalah Jerman USD 2,6 juta, Belanda USD 1,8 juta dan Inggris USD 1,2 juta.

“Khusus ASEAN, tiga besar negara tujuan ekspor Juli 2021 adalah Singapura, Thailand dan Vietnam masing-masing sebesar US$0,2 juta. Total nilai ekspor turun USD 0,2 juta atau 25 persen selama Juli 2021 dibanding Juni 2021,” katanya.

Selanjutnya, Sugeng menuturkan tiga besar komoditas utama ekspor dari DIY pada Juli 2021 yaitu Pakaian Jadi Bukan Rajutan (62) mencapai USD 14,0 Juta, Perabot, Penerangan Rumah (94) USD 5,6 juta dan Barang-barang dari Kulit (42) USD 4,8 juta. Komoditas dengan penurunan nilai ekspor terbesar adalah Minyak Atsiri, Kosmetik Wangi-wangian (33) USD 1,5 juta atau setara 68,18 persen. Sementara komoditas Kertas/Karton (48) mengalami kenaikan terbesar yaitu USD 0,9 juta atau 180 persen.

“Nilai impor DIY pada Juli 2021 mencapai 9,7 juta atau turun 15,65 persen dibanding Juni 2021. Secara kumulatif, nilai impor Januari-Juli 2021 mencapai USD 87,0 juta atau naik 33,08 persen dibanding periode yang sama 2020,” tandasnya.

Negara pemasok barang impor terbesar Juli 2021 adalah Hongkong dengan nilai USD 3,2 juta disusul China USD 2,8 juta dan Taiwan USD 1,0 juta. Tiga besar kelompok komoditas impor pada Juli 2021 adalah Filamen Buatan (54) sebesar USD 1,8 Juta. Kemudian Kain Tenunan Khusus (58) sebesar US$1,6 juta dan Kapas Gumpalan, Tali (56) sebesar USD 0,9 juta. (Ira)

Sumber : KR Jogja


Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/proper36/public_html/propertirumahjogja.com/wp-content/themes/flatsome/inc/shortcodes/share_follow.php on line 29

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *