Tingkat Kunjungan Mall di DIY Masih Landai

YOGYA, KRJOGJA.com – Tingkat kunjungan di delapan mall yang tergabung Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY dinilai secara umum masih landai pasca dua pekan diizinkan ujicoba pembukaan sesuai kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Anggota APPBI DIY pun langsung melaksanakan dan menerapkan protokol kesehatan ketat, salah satunya penggunaan aplikasi Peduli Lindungi sebagai skrining terhadap pengunjung maupun pegawai mal beserta tenant terkait.

Ketua APPBI DIY Surya Ananta menyampaikan delapan mal anggota APPBI DIY yang ada di Sleman dan Kota Yogyakarta yaitu Plaza Ambarrukmo, Hartono Mall, Jogja City Mall (JCM), Sleman City Hall (SCH), Malioboro Mall, Galeria Mall, Lippo Mall dan Jogjatronik Mall serentak melakukan pembukaan dua pekan lalu. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan guna mendapatkan kode QR aplikasi Peduli Lindungi yang dipasang di masing-masing pintu mal.

“Kita sempat tutup cukup lama lalu di buka belum lama ini, setidaknya ada sedikit peningkatan jumlah pengunjung. Namun masih sangat jauh dan tergolong landai jika dibandingkan dengan tingkat kunjungan mall di awal masa pandemi saja,” ujarnya di Yogyakarta, Rabu (8/9/2021).

Surya menjelaskan pemerintah telah mengkondisikan masyarakat agar tidak terlalu banyak melakukan mobilitas, sehingga butuh waktu penyesuaian pada saat dibuka kembali. Sehingga masyarakat tidak langsung berbondong-bondong menyerbu mall ketika telah diizinkan uji coba operasionalnya. Masyarakat masih menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini, tetapi diharapkan tera terjadi peningkatan jumlah kunjungan pada akhir pekan nantinya.

“Jadi peningkatan jumlah pengunjung di 8 mall yang tergabung dalam APPBI DIY masih termasuk landai. Kami proyeksikan jumlah kunjungan mall di DIY anggota kami masih akan tetap sepi alias belum terlalu banyak pengunjung saat ini ditengah pelonggaran bertahap dalam PPKM DIY. Karena pelonggaran bertahap inilah, tidak lantas masyarakat tiba-tiba langsung pergi ke mal, ada yang mulai berani tetapi masih sangat terbatas,” paparnya.

Menurut Surya, pemerintah tidak perlu takut dalam mengambil kebijakan pelonggaran pada saat PPKM, sebab masyarakat pun tidak langsung serta merta berkunjung di mal. Pihaknya pun mengaku jumlah kunjungan tetap terkendali sesuai aturan protokol kesehatan tersebut karena pengelola mal sudah sudah mempersiapkan segala sesuatu sebelumnya.

“Protokol kesehatan standar seperti cek suhu badan, memakai masker, cuci tangan tetap diterapkan. Sekarang dipastikan pengunjung yang masuk mal harus sudah di vaksin minimal dosis pertama. Kita pakai QR Code yang di scan lewat ponsel genggam melalui aplikasi Peduli Lindungi sebagai prosedur tambahan guna memperketat protokol kesehatan di mal,” jelasnya.

General Manager Plaza Ambarrukmo ini mengaku sudah melakukan ujicoba atau simulasi terlebih dahulu penerapan protokol kesehatan yang ketat tersebut secara internal kepada anggota APPBI DIY. Protokol kesehatan ketat ini tidak hanya berlaku bagi pengunjung mal, tetapi juga pengelola, tenant hingga karyawan semuanya tanpa kecuali harus menyesuaikan.

“Bagi pusat perbelanjaan yang tidak tergabung dalam APPBI, tinggal menyesuaian dengan peraturan yang ada dan bisa koordinasi dengan dinas terkait. Semua sudah jelas di Inmendagri dan Ingub, harus ada QR Code, anak di bawah 12 tahun tidak boleh masuk, serta maksimal pengunjung 50 persen. Jadi kami semuanya tinggal menyesuaikan termasuk vaksinasi Covid-19,” tambah Surya. (Ira)

Sumber : KR Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *